PARIS : Saksi keakraban kami

KABAR LTPS - admin | 18/03/2013 | 624 kali dibaca

Paris (16/03), dalam upaya menambah keakraban dan refresing menjelang kesibukan persiapan Quantum 2013 seluruh pengurus HMPS P. Fisika sepakat mengadakan liburan ke Paris. Namun Paris yang kami tuju bukanlah Paris-nya Perancis, tapi Paris van Jogja. Atau lebih lazim dikenal masyarakat Parangtritis. Salah satu pantai di selatan Yogyakarta. Satu dari tiga pantai di dunia ini yang mempunyai deretan Gumuk pasir di zona katulistiwa.

Jarum arloji pendek kami menunjuk angka 5, sedangkan yang penjang menunjuk angka 12 pas. Saatnya kita bergegas untuk menuju TKP. Semua peralatan telah kami siapkan, mulai dari makanan, minuman, tenda, kayu bakar, dll. Tak lupa pula motor kami sebagai moda transpotasi ke sana. Kami berencana untuk bermalam di sana. Merasakan debaran ombak dimalam hari. Merasakan bisikan angin pantai, dan merasakan betapa Agungnya Alloh Tuhan Semesta Alam.

Sesampai di sana gaungan Adzan Maghrib memanggil kami, sudah saatnya kami menunaikan ibadah Sholat. Selepas Sholat kami langsung bersama-sama membangun tenda sebagai tempat berteduh kami dari dinginnya gigitan angin malam. Tak lupa kayu bakar kami nyalakan sebagai simbol kekuatan dan semangat kami. Kami berputar mengelilingi api sembari bercerita, bercanda, dan membahas hal-hal strategis dalam perjalanan organisasi 1 tahun ke depan.

Tak terasa dinginnya angin malam semakin keras menerkam kami. Sudah waktunya kami melepas lelah di dalam rumah kain yang terlah kami bangun.

Deburan ombak membangunkan kami dipagi hari. Sinar matahari menyemburat di atas garis batas antara langit dan samudra. Alangkah indahnya alam dipagi ini. Setelah puas berfoto dengan latar belakang sinar mentari pagi, kami melakukan bersih pantai. Meskipun yang kami lakukan bagai melukis di atas air, namun cukuplah itu sebagai tanda Syukur kami atas keindahan ciptaan sang pencipta. []

Diarsip dalam: Berita HMPS |

Tanggapan

Belum ada tanggapan

Tinggalkan balasan

Anda harus sebagai login untuk memberi tanggapan.